TIPS

Penyakit


Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur untuk Organ Tubuh

Info Kesehatan - Saat kita bangun tidur, kita biasanya akan merasa haus sekaligus ingin buang air kecil dengan segera. Waktu tidur yang lama akan membuat tubuh kita mengalami dehidrasi dan pada akhirnya otak memberikan sinyal berupa rasa haus akan air putih. Ada baiknya kita segera memberikan asupan air putih, bukan air yang lain dengan segera sehingga rasa haus pun segera hilang. Selain akan membuat tubuh terhidrasi kembali, terdapat banyak sekali kebaikan yang akan kita dapatkan jika kita meminum air putih setelah bangun tidur.

Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur untuk Organ Tubuh
Cewek Minum Air Putih

Saat kita bangun tidur dan ingin meminum air putih, cobalah untuk meminum air putih dalam posisi duduk, bukan berdiri, apalagi jongkok. Selain itu, cobalah untuk meminum air putih tidak terlalu banyak meskipun anda merasa sangat haus. Satu hingga dua gelas air putih sangatlah direkomendasikan mengingat jumlah air yang lebih banyak bias membuat kinerja jantung sangat berat. Dengan meminum air putih setelah bangun tidur, kita ikut membuat ginjal terjaga kesehatannya. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat kinerja ginjal tidak terlalu berat sehingga tidak mudah rusak.

Selain ginjal, beberapa organ tubuh lain juga akan mendapatkan kebaikan dari kebiasaan langsung mengkonsumsi air putih setelah bangun tidur. Sebagai contoh adalah limpa. Sistem limpa pada tubuh ternyata juga ikut terjaa keseimbangannya jika kita menjaga kadar cairan tubuh tetap seimbang setelah bangun tidur. Selain itu, organ usus besar juga akan menjadi lebih sehat dalam melakukan proses pencernaan pada makanan jika kita menjaga kadar cairan di dalam tubuh.

Dengan meminum air setelah bangun tidur, kita juga akan membuat tubuh menjadi lebih baik dalam membersihkan racun di dalamnya. Jika dibiarkan, racun ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan juga permukaan kulit melalui peredaran darah. Asupan air putih akan membuat detoksifikasi ini berjalan dengan lancer dan pada akhirnya tampilan kulit pun menjadi lebih sehat dan tidak lagi kusam.

Sumber: doktersehat.com

Organ Reproduksi Wanita Rentan Terkena Penyakit Kanker Berikut Ini

Info Kesehatan - Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis di dekatnya, bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Organ Reproduksi Wanita
Organ Reproduksi Wanita
Jika kita membicarakan tentang penyakit kanker yang bisa menyerang sistem reproduksi wanita, kita tentu akan langsung berpikir tentang penyakit kanker serviks yang memang sudah memakan banyak sekali korban. Namun, tahukah anda jika sebenarnya ada beberapa jenis kanker yang juga tidak kalah berbahayanya dan bisa menyerang sistem reproduksi wanita? Apa sajakah jenis kanker-kanker tersebut?

Berikut Organ Reproduksi Wanita Rentan Terkena Penyakit Kanker :

Kanker serviks
Kanker serviks adalah kanker yang sangat mematikan. Kanker ini biasanya ditemukan pada leher rahim dan disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus atau yang disebut sebagai HPV. Virus ini sendiri bisa menular karena hubungan intim yang tidak aman. Beruntung, kaum hawa bisa mencegah munculnya kanker serviks ini dengan melakukan vaksinasi, pap smear, hingga metode IVA.

Kanker rahim
Sebagaimana namanya, kanker ini bisa menyerang lapisan dalam rahim namun juga bisa ditemukan di jaringan laur rahim. Biasanya, kanker ini disebut sebagai kanker endometrium, atau kanker yang tumbuh pada dinding rahim. Gejala dari kanker ini biasanya adalah munculnya pendarahan pada organ vital wanita yang muncul saat wanita tidak dalam fase haid atau fase menopause. Selain itu, penderitanya juga akan mengalami rasa nyeri pada panggul yang sangat hebat. Sayangnya, banyak penderita kanker rahim yang akhirnya harus merelakan rahimnya diangkat demi mencegah sel kanker ini tidak menyebar ke organ lainnya.

Kanker ovarium
Sel kanker ternyata juga bisa menyerang bagian ovarium atau indung telur wanita. Kanker ini sendiri termasuk dalam lima besar penyakit kanker paling mematikan di dunia. Penderita kanker ovarium biasanya akan mengalami gejala berupa masalah menstruasi, nyeri pada panggul, hingga sakit perut yang luar biasa. Sebagaimana pengobatan pada kanker rahim, bagian ovarium juga bisa saja diangkat untuk mencegah penyebaran sel kanker ini.

Kanker vagina
Kanker ini termasuk jarang terjadi pada wanita. Namun, andai muncul, penderitanya bisa mengalami pendarahan hebat pada vaginanya meskipun tidak sedang dalam fase haid. Sebagaimana kanker serviks, kanker vagina bisa disebabkan oleh virus HPV.

Kanker vulva
Kanker vulva bisa menyerang bagian bibir vagina dan diduga juga dipicu oleh infeksi virus HPV. Selain bisa memicu gatal-gatal dan benjolan pada vagina, kanker ini juga bisa memicu pendarahan dan jika tidak segera ditangani, maka penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya.

Sumber : doktersehat.com

Penyebab Kelamin PRIA dan WANITA Gatal

Info Kesehatan - Rasa gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Jika Anda mengalami gatal pada alat kelamin, pasti akan terasa sangat mengganggu.

Sering kali gatal kemaluan disebabkan oleh iritasi yang akan sembuh dengan sendirinya jika penyebab dihilangkan, namun ada juga gatal pada alat kelamin, baik gatal vagina atau gatal penis, yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Lalu apa sebenarnya yang dapat memicu kondisi ini?

ilustrasi

Mencari tahu Penyebabnya

Gatal pada kemaluan wanita dan pria secara umum tidak terlalu berbeda, kecuali untuk beberapa penyebab tertentu.


Wanita
  • Gatal pada kemaluan wanita bisa mejadi ciri-ciri dari terjadinya infeksi jamur, bakteri, atau kondisi lainnya. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab gatal:
  • Krim atau cairan pembilas vagina.
  • Tingkat estrogen yang tidak stabil pada wanita menjelang haid.
  • Pembalut saat haid.
  • Alat kontrasepsi vaginal.
  • Bahan kimia dari sabun atau produk pembersih tubuh lain.
  • Penyakit menular seksual seperti kutil atau infeksi kutu.
  • Kudis.
  • Kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Deterjen.
  • Kertas toilet.
  • Stres.

Pria
  • Tidak jarang gatal pada kemaluan pria diikuti oleh gejala-gejal lain, seperti rasa terbakar atau rasa tidak nyaman lainnya. Beberapa penyebab yang biasa ditemui, antara lain:
  • Infeksi jamur seperti kurap.
  • Penyakit menular seksual seperti herpes genital, kutil kelamin, dan klamidia.
  • Kudis.
  • Kutu pada rambut.
  • Pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Reaksi alergi.
  • Inflamasi pada kulup misalnya karena kebersihan yang kurang terjaga.

Mengatasi dengan Tepat

Jika mengalami infeksi jamur, maka dibutuhkan obat antijamur. Obat tersebut dapat berbentuk krim, salep, atau ada juga yang dikonsumsi secara oral.

Jika gatal pada kemaluan terjadi karena infeksi bakteri seperti gonore, maka dibutuhkan antibiotik. Anda harus senantiasa berkonsultasi kepada dokter terkait kondisi yang ini.

Beberapa penyebab khas wanita, seperti kondisi pramenopause atau alat kontrasepsi. Bicarakan terlebih dahulu mengenai solusi terbaik dengan dokter Anda. Gatal vagina saat pramenopause dapat diatasi menggunakan krim atau tablet estrogen. Sedangkan jika disebabkan oleh metode kontrasepsi tertentu, pertimbangkan untuk menggantinya dengan pilihan lain. Stres diketahui memiliki dampak buruk terhadap sistem imunitas. Hal itu dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur, baik pada pria maupun wanita.

Untuk mengatasi rasa gatal pada kemaluan, periksakan diri ke dokter. Dengan pemeriksaan fisik yang lengkap dan tes medis seperti tes urine, bisa diketahui penyebab dasarnya dan dipastikan pengobatan yang sesuai.

Meredakan Rasa Tidak Nyaman

Menjaga kebersihan di area genital tidak kalah penting dengan bagian tubuh lainnya. Saat rasa gatal pada alat kelamin sangat mengganggu, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:
  • Hindari menggaruk kemaluan yang gatal. Anda dapat menepuk atau menekan dengan lembut.
  • Jika perlu, gunakan sarung tangan saat tidur guna menghindari menggaruk tanpa sadar.
  • Jika sungguh mengganggu, Anda dapat mengompres dengan air dingin pada area yang gatal.
  • Saat mandi, lebih baik menggunakan air biasa dibandingkan air panas. Sebaiknya jangan mandi lebih dari 20 menit.
  • Gunakan handuk untuk mengeringkan tubuh. Lebih disarankan dengan gerakan menepuk, dibandingkan menggosok pada lokasi yang gatal.
  • Hindari sabun atau shower gel yang mengandung parfum.
  • Cuci pakaian dalam dengan deterjen tanpa tambahan pengharum.
  • Bagi para wanita, setelah buang air kecil, bilas dari arah depan ke belakang untuk menghindari bakteri dari anus terbawa ke alat kelamin.
  • Pilih pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan terbuat dari katun. Ganti minimal tiap 24 jam.
  • Hindari hubungan seks tanpa pengaman, terutama saat Anda atau pasangan terkena infeksi atau penyakit kelamin lainnya.

Hindari ketidaknyamanan akibat gatal pada kemaluan dengan penanganan yang sesuai. Jika gejala berlanjut atau bertambah parah, segera temui dokter untuk menemukan solusi terbaik.

Sumber : alodokter.com

Penyebab Kencing Nanah (GONORE)

Info Kesehatan - Gonore atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Pria maupun wanita bisa terjangkit penyakit ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Penyebab Kencing Nanah (GONORE)
ilustrasi
Bakteri penyakit ini bisa menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

Gonore paling sering menular melalui hubungan seks, seperti seks oral atau anal, mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom baru tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Tapi bayi juga bisa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit gonore dan umumnya menjangkiti mata bayi.

Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman, dan pelukan.


Gejala Gonore

Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari.

Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih. Infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan pendarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’.


Diagnosis Gonore

Diagnosis gonore pada pria bisa dilakukan dengan menguji sampel urine atau dengan metode yang bisa digunakan baik pada pria maupun wanita, yaitu dengan memeriksa sampel cairan yang keluar dari vagina atau penis. Pemeriksaan sampel urine untuk memeriksa gonore pada wanita tidak begitu akurat, itu sebabnya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gonore atau penyakit menular kelamin lainnya sebelum menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang lebih serius.


Pengobatan dan Pencegahan Gonore.

Dokter biasanya akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore, serta menganjurkan agar Anda kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya.

Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan gonore yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif.

Anda bisa terkena penyakit gonore kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari. Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks.

Sumber : alodokter.com

Mengenal Gejala Dan Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening

Info Kesehatan - Kelenjar getah bening merupakan salah satu bagian pertahanan tubuh yang dibutuhkan tubuh, bahkan pada rahang bagian bawah terdapat 600 kelenjar getah bening. Penyebab timbulnya pembengkakan kanker kelenjar getah bening bisa disebabkan oleh sel sel pertahanan tubuh yang makn bertambah yang bersumber dari KGB antara lain sel plasma, limfosit, histiosit, dan monosit.

Saat Anda mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, akan ada gejala dan ciri ciri yang khas. Berikut gejala pembengkakan pada kanker kelenjar getah bening yang perlu Anda ketahui.

Kelenjar Getah Bening
ilustrasi Kelenjar Getah Bening

Penyakit kelenjar getah bening merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui gejalanya sedini mungkin agar pengobatannya bisa lebih cepat. Ketika terjadi pembengkakan kelenjar getah benning di dalam tubuh, sebenarnya ini merupakan pertanda ada sesuatu yang salah. Pada tahap awal penyakit ini tidak terlihat gejalanya secara serius. Pada awal terjadi pembengkakan, memang terasa sangat lembut dan benjolan yang ada juga tidak terlalu besar. Besarnya benjolan hanya sebesar kacang polong atau kacang tanah.

Gejala yang umum muncul saat terjadi penyakit kelenjar getah bening misalnya sakit tenggorokan, pilek, demam dan gejala lain yang menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Selain tanda-tanda tersebut, kadang juga terjadi pembengkakan pada tungkai. Pembengkakan ini terjadi karena sistem pada saluran getah bening mengalami penyumbatan sehingga kelenjar getah bening yang ada di bawahnya terjadi pembengkakan. Gejala seperti timbul keringat pada malam hari juga bisa menjadi pertanda penyakit kelenjar getah bening. Ketika gejala-gejala seperti yang telah di sebut di atas terus terjadi dan pembengkakan semakin besar, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapat keterangan dari dokter.

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening

Penyakit kelenjar getah bening itu sendiri bisa dipicu oleh bermacam penyebab. Penyebab tersebut bisa terjadi akibat infeksi lokal atau infeksi di luar kelenjar yang membengkak. Infeksi jenis ini umumnya tidak bisa menyebab ke bagian tubuh lain. Beberapa contoh infeksi tersebut antara lain infeksi telinga, abses gigi, pilek, radang amandel, dan radang pita suara, serta infeksi kulit selulitis.

Selain infeksi lokal, membengkaknya kelenjar getah bening ini jga bisa diakibatkan oleh adanya ancaman virus, bakteri, dan lainnya. Berikut ini adalah penyebab umum yang memicu kanker getah bening.

  1. Akibat faktor genetik atau keturunan
  2. Melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terserang penyakit
  3. Konsumsi makanan yang banyak mengandung bahan kimia atau mengandung pestisida dan pengawet
  4. Kurang aktifitas fisik dan jarang olahraga
  5. Sering mengonsumsi minum-minuman yang memiliki kandungan alkohol
  6. Jarang minum air putih
  7. Gaya hidup kurang sehat dan akibat merokok

Selain penyebab umum di atas, kanker getah bening juga bisa diakibatkan oleh beberapa hal berikut.

Kanker darah
Kanker darah berbeda dengan kanker biasa sehingga tidak terlalu tampak terlihat. Akan tetapi ketika seseorang mengalami penyakit kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening cukup banyak dan menjadi tidak terkontrol. Kondisi ini disebut dengan limfoma atau leukemia.

Peradangan
Peradangan di dalam tubuh bisa terjadi oleh banyak hal misalnya infeksi zat-zat asing. Peradangan yang terjadi di dalam tubuh juga dapat memicu pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Virus
Jenis virus tertentu juga dapat memicu timbulnya penyakit kelenjar getah bening pada tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh virus biasanya diawali dengan demam dan gangguan tubuh lain.

Kanker getah bening ini juga bisa muncul diakibatkan penyakit TBC. Mengetahui gejala kelenjar getah bening dan ciri cirinya perlu Anda ketahui sejak dini agar sedini mungkin dapat dilakukan pemeriksaan oleh Dokte.

Via Nitips